Pages

Infolinks In Text Ads

Monday, April 20, 2009

RESUME MATA KULIAH

RESUME MATA KULIAH
DASAR-DASAR KEBIJAKAN KEHUTANAN


Bab : Konsep Dasar Kebijakan

Kehutanan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan masyrakat yang berkaitan dengan sumber daya hutan.
Tiga komponen kebijakan : Sumberdaya, Masyarakat dan Pemerintah
Kebijakan pada umumnya berkaitan dengan pengambilan keputusan yang bersifat non pribadi/rasional.
Karakteristik dari sumberdaya hutan adalah :
1. Terdiri dari komponen biotic dan abiotik
2. Relasi keduanya pada dasarnya mengikuti hukum alam
3. Bersifat terbatas
4. Alternative use dan trade of
5. Private dan public goods
Karakteristik masyarakat :
1. Jumlah dan kebutuhannya berkembang
2. Makhluk hidup yang berakal rasional dan juga makhluk sosial
3. Kedudukan, peran, relasi antar anggota masyarakat menciptakan struktur sosial
4. Mempunyai tata nilai tertentu
5. Ada aturan bersama
6. Ada system pemerintahan
Fungsi/peran pemerintah :
1. Fungsi alokasi : penyediaan barang privat melalui mekanisme pasar, penyediaan barang public melalui mekanisme anggaran
2. Fungsi distribusi : pendistribusian akses dan income
3. Fungsi stabilisasi : monetary instrument dan fiscal instrument
Analisis kebijakan : aktivitas menciptakan pengetahuan tentang dan dalam proses pembuatan kebijakan.
Kebijakan kehutanan : Suatu rumusan tindakan yang disepakati dalam mencapai tujuan/kepentingan tertentu yang member pengaruh.akibat penting bagi sejumlah besar masyarakat dan sumberdaya hutan.
Model analisis kebijakan :
1. Analisis kebijakan deskriptif : mencari pengetahuan tentang sebab dan akibat dari kebijakan public
2. Analisis kebijakan normatif : menciptakan dan melakukan kritik tentang nilai kebijakan public
Proses pembuatan kebijakan :
• Penyusunan agenda
• Formulasi kebijakan
• Adopsi kebijakan
• Implementasi kebijakan
• Penilaian kebijakan
Cakupan kebijakan kehutanan :
1. Arahan
2. Kesepakatan
3. Konsekwensi atau akibat penting
4. Analisis pengaruh nyata
5. Kasus yang banyak
6. Apa yang boleh dan tidak untuk dilakukan
Kebijakan yang berpengaruh terhadap kehutanan :
1. Kebijakan kehutanan nasional
2. Kebijakan pengelolaan sumberdaya hutan
3. Kebijakan fiscal/keuangan
4. Kebijakan konservasi
5. Kebijakan energy
6. Kebijakan pemerataan kesejahteraan
Perspektif Ekologi, Ekonomi, Sosial dalam Pengelolaan Hutan
- Prinsip Ekologi : pemilihan system silvikultur yang tepat, pemilihan rotasi/umur dan keinginan distribusi kelas umur, pemilihan pola spasial pemanenan
- Prinsip ekonomi : adanya maksimisasi manfaat bagi manusia dilihat dari sudut pandang mikroekonomi dan makroekonomi
- Prinsip sosial : prinsip ini harus mendukung kesejahteraan manusia, komunitas dan masyarakat

Bab : Konsep Teknis Kehutanan,Ilmu ekonomi, dan Kebijakan Kehutanan

Istilah teknis kehutanan :
• Diameter(Dbh) : diameter pohon dalam cm yang diukur setinggi dada sekitar
1,30m di atas permukaan tanah
• Basal area : jumlah pohon per luas area dari tutupan areal oleh tanaman pada
diameter DBH
• Volume : jumlah hasil individu pohon/tegakan dalam luasan tertentu
• Hasil : jumlah hasil tegakan pada luasan areal dan waktu tertentu
• Pertumbuhan : perubahan kondisi atau hasil tegakan pada selang waktu tertentu
• Riap : pertumbuhan pohon/tegakan pada selang waktu tertentu
• Rotasi : jangka waktu suatu pohon/tegakan sejak ditanam sampai mencapai masak tebang
Konsep Kelestarian Hutan :
1. Von Carlowitz(1713) yang menulis tentang konsep kelestarian
2. Henrich von cotta(1816). Kelestarian adalah hasil hutan yang sama tiap tahun.
3. Knuchel (1953). Kelestarian adalah penyediaan kayu masak tebang secara terus menerus
4. Conservation Code (1938). Kelestarian adalah penegelolaan kawasan hutan yang jelas pemiliknya,luas wilayah ekonomis, dan memiliki rencana kerja rasional
5. Society of American Foresters(1958). Kelestarian adalah hasil kayu berkesinambungan dengan menyeimbangkan pertumbuhan dan pemanenan
6. Osmaston(1967). Kelestarian adalah suplai hasil hutan yang teratur dan berkesinambungan sesuai kapasitas maksimal hutan
Syarat terwujudnya asas kelestarian hutan :
1. Ada jaminan kepastian wilayah yang diakui semua pihak
2. Telah disusun rencana pemanenan sehingga tidak terjadi overcutting
3. Ada jaminan regenerasi
System pengaturan hasil kehutanan
a. Berdasarkan luas (rumus annual coupe atau van werk)
b. Berdasarkan volume (rumus von mantel)
c. Berdasarkan luas dan volume (rumus heinrich von cotta)
d. Berdasarkan jumlah dan ukuran pohon
Macam-macam rotasi/daur :
1. Daur fisik/biologis : umur pohon/tegakan mulai tumbuh sampai mati secara alami
2. Daur silvikultur : umur pohon.tegakan mulai tumbuh sampai dapat melakukan
permudaan
3. Daur teknis : umur pohon/tegakan mulai tumbuh sampai dapat digunakan
untuk tujuan tertentu
4. Daur hasil kayu maksimum : umur pohon/tegakan mencapi volume tertinggi/max.
5. Daur pendapatan maksimum : umur pohon/tegakan menghasilkan pendapatan bersih tertinggi/max
6. Daur financial : umur pohon/tegakan menghasilkan keuntungan tertinggi/max

Bab : Konsumsi, Permintaan, Penawaran Produk dan Jasa Hutan

Kelompok produk jasa dan hutan : kayu, flora, fauna, air, rekreasi, fungsi lindung
Ekonomi kehutanan mencakup 2 macam permintaan, yaitu Permintaan Langsung oleh konsumen akhir dan Permintaan Tidak Langsung oleh produsen perantara.
Permintaan konsumen dipengaruhi oleh harga produk, pendapatan individu, tren individu, jumlah konsumen potensial, harga barang substitusi, harga barang komplementer, daya tahan barang, kekayaan konsumen, distribusi pendapatan konsumen, perubahan suku bunga dan kondisi keuangan serta perubahan teknologi.
Elastisitas permintaan (Ed) : rasio persentase perubahan jumlah barang/jasa yang dibeli terhadap persentase perubahan harga. Slopenya NEGATIF
Ed = (%∆Q/Q) / (%∆P/P)
Faktor penentu elastisitas permintaan : selera konsumen, barang substitusi, barang komplementer.
Dalam jangka pendek, permintaan produk hutan cenerung in-elastis, karena konsumen belum tahu adanya perubahan harga, rencana kebutuhan konsumen sudah dibuat, dan butuh waktu untuk merubah kebiasaan belanja konsumen terhadap produk tertentu.
Faktor penyebab perubahan permintaan : perubahan teknologi, perubahan jumlah konsumen, perubahan tingkat pendapatan konsumen, perubahan selera konsumen, dan perubahan harga barang substitusi.
Penawaran adalah jumlah barang.jasa yang ditawarkan/dijual oleh produsen pada waktu dan harga tertentu.
Elastisitas penawaran (Es) : rasio persentase perubahan jumlah yang ingin dijual terhadap persentase perubahan harga barang yang dijual. Slopenya POSITIF.
Es =( %∆Q/Q)/(%∆P/P)
Faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran : jumlah individu produsen/perusahaan yang menjual barang/jasa tertentu dan jumlah barang/jasa yang ditawarkan/diperjualbelikan.
Pertimbangan individu produsen/perusahaan menjual barang pada tingkat harga tertentu dipengaruhi oleh 3 kondisi supply, yaitu :
1. Market supply (kondisi yang terjadi dalam periode sangat pendek)
2. Short-run supply (kondisi yang terjadi dalam periode supply jangka pendek)
3. Long-run supply (kondisi yang terjadi dalam periode supply jangka panjang)

Tinjauan ekonomi produksi di kehutanan

Untuk mengambil suatu keputusan produksi maka terdapat langkah-langkah yang tepat untuk memutuskan, yaitu :
• Apa yang diproduksi
Pada tahap ini diputuskan produk apa yang akan diproduksi oleh seorang produsen.
• Berapa banyak setiap jenis produk harus dihasilkan
Pada tahap ini produsen memutuskan seberapa banyak produk akan dihasilkan untuk setiap produksi yang akan dilakukan.
• Bagaimana/teknologi apa yang digunakan untuk menghasilkan produk secara efisien
Pada tahap ini produsen menentukan teknologi apa yang akan digunakan untuk dapat berproduksi secara efisien, dan untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal.
• Siapa yang membuat keputusan
Pada tahap ini akan ditentukan siapa yang berhak mengambil keputusan dalam proses produksi.
• Input produksi/sumberdaya terbatas
Pada tahap ini adalah bagaimana cara memanfaatkan sumberdaya yang digunakan untuk proses produksi dengan sumberdaya yang terbatas.
• Efisiensi teknologi
Pada tahap ini bagaimana cara mengefisiensikan teknologi dengan baik sehingga dapat mengasilkan produk dengan maksimal.
Efisiensi teknologi dan produksi
Efisiensi teknologi adalah salah satu syarat yang mendukung agar tercapainya suatu efisiensi ekonomi. Sedangkan yang dimaksud dengan efisiensi itu sendiri adalah :
- Dengan jumlah sumberdaya/biaya tertentu dapat diperoleh hasil produksi yang maksimum.
- Jumlah produksi tertentu didapat dari sumberdaya/biaya minimum.
Hubungan produksi dan biaya
Input dapat dibedakan menjadi :
- Tetap : jangka pendek
- Variabel : jangka panjang
Biaya dapat dibedkan menjadi :
- Tetap : biaya yang tidak berubah dan tidak bergantung pada produksi
- Variabel : biaya yang berubah/tergantung pada produksi, biaya yang membatasi produksi
Biaya riil
- Biaya : biaya yang bersifat nyata
Contoh : pajak
- Implicit cost : biaya penyusutan
Tujuan : untuk kelangsungan produksi
Contoh : pemeliharaan alat-alat produksi
- Social cost : biaya yang tidak diperhitugkan dalam biaya dalam biaya perusahaan yang ditentukan oleh pasar dan berdampak pada masyarakat.
Social cost dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
 Internal : biaya untuk meminimalisir dampak lingkungan.
 Eksternal

Keterangan untuk jenis-jenis kurva :
 Kurva produksi :
1. Total produk : menyatakan banyaknya produk yang dapat diproduksi dengan input tertentu.
2. Produk rata-rata : menyatakan produksi rata-rata output untuk input tertentu.
3. marginal product : menyatakan pertambahan produk untuk setiap penambahan satu satuan input tertentu.

 Kurva hubungan antara produksi dengan biaya :
1. marginal cost : menyatakan pertambahan biaya yang nharus dikeluarkan untuk setiap penambahan produksi satu satuan produk.
2. average variable cost : besar biaya variable untuk setiap unit produk yang diproduksi.
3. average total cost : besar total biaya produksi satu unit produk.
4. average fixed cost : besar biaya tetap untuk setiap unit produk.

Titik produksi maksimum adalah saat marginal product-nya maksimum.
 Kurva MC dan MR :
1. MC : menyatakan pertambahan biaya yang nharus dikeluarkan untuk setiap penambahan produksi satu satuan produk.
2. MR : menyatakan besar pertambahan pendapatan setiap penambahan produksi satu satuan output ( product ).

Penentuan input optimum dapat dilihat dari besarnya MR dan MP, jika MR dan MP maksimum maka dapat dilihat berapa input minimum agar produksi dapat maksimum.

@ Keuntungan dalam produksi
1. Suatu perusahaan mendapat keuntungan jika TR > TC dan dicapai pada saat MR=MC, yaitu titik dimana penambahan biaya sama dengan besar penambahan pendapatan yang diterima.
2. Rugi jika TR < TC
3. Impas jika TR=TC.

Kombinasi dua input dalam produksi
Istilah yang ada :
1. isoquant : garis yang menyatakan kombinasi input untuk menghasilkan tingkat output tertentu. Garis ini tidak saling memotong satu sama lain.
2. isocost : garis yang menyatakan kombinasi penggunaan input berdasarkan modal yang tersedia.
Titik dimana garis isoquant dan isocost saling bersinggungan merupakan titik produksi yang memanfaatkan input secara optimum, artinya kombinasi pada titik tersebut merupakan kombinasi yang paling baik untuk digunakan dalam produksi.
Jika titik-titik ini dihubungkan maka akan membentuk garis yang menggambarkan skala produksi optimum atau skala usaha.

0 comments:

Post a Comment