Pages

Infolinks In Text Ads

Saturday, April 2, 2011

tanaman hutan indonesia

Ampupu (Eucalyptus urophylla S.T. Blake) 

sebaran tumbuh : Tumbuh alami d bagian timur Indonesia yaitu di Nusa
Tenggara Timur, tepatnya di Gunung Mutis Soe.  Selain itu
dapat ditemui ula di Pulau Timor Timur.  Jenis ini tumbuh
tersebar pada ketinggian 200  – 1500 m dpl dengan curah
hujan 1300  – 2400 mm/tahun.  Tumbuh baik pada tanah
berdrainase baik dan bersifat toleran terhadap tanah padat
dan asam.  Jenis ini tahan terhadap api. 

musim buah : Proses pembuahan dicirikan dengan mulai keluarnya bunga
yang berbentuk karangan bungan (inflorence), berwarna
putih.  Musim bunga berlangsung antara bulan Januari hingga
Maret, sedangkan buah masak dan siap dipanen pada bulan
Juni hingga September.  Pembuahan terjadi setiap tahun
secara periodik 

pengumpulan benih : Buah berbentuk kapsul, jika sudah masak kapsul akan
merekah.  Benih dikatakan telah masak fisiologis jika buah
sudah mulai mengeras, berwarna coklat tua dan tutup buah
mulai terbuka sebagian, tetapi benih belum keluar dari buah. 
Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena sifat
benihnya yang halus.  Pengumpulan benih harus diunduh
dengan cara memanjat pohon induknya, benih yang sudah
masak fisiologis dipetik dan dikumpulkan dalam suatu
kantong, kemudian diberi label yang bertuliskan lokasi dan
tangal pengunduhan.  Rata-rata produksi buah setiap pohon
adalah 7,92 – 11,2 kg, jika sudah dalam bentuk benih 214,7 –
358,2 gram setiap pohon.  Jumlah benih per kilogram berkisar
antara 285.000 – 458.000 

Monday, March 28, 2011

hutan gambut

hutan gambut merupakan salah satu bentuk ekosisten unik yang terdapat di indonesia. luasan kawasan gambut indonesia cukup luas dan merupakan cadangan karbon yang besar sehingga keberadaannya turut berperan dalam keseimbangan kondisi biosfer secara umum. karbon yang terkandung di dalam tanah gambut sangat besar, bahkan dapat lebih besar daripada hutan pada jenis tanah yang lain. namun demikian, gambut sangat rentan terhadap kerusakan diantaranya karena adanya pencucian sehingga meningkatkan kandungan pirit di

Tuesday, March 22, 2011

Sistem Informasi Geografis

Pertimbangan Sistem Informasi


Sistem informasi yang baik dengan melihat beberapa faktor:

1.     Ketersediaan (availability): ini menyangkut ketersediaan data dan tempatnya dimana.  Apakah data tersebut ada?
2.     Kualitas (quality): ini menyangkut kualitas data yang akan digunakan.  SIG bukanlah segala-galanya. SIG tidak akan mampu menghasilkan informasi yang baik apabila menggunakan data dengan kualitas yang rendah.  Kita mengenal istilah ”Garbage in – garbage out”. Apakah kualitas datanya dapat dipercaya?
3.     Koherensi (Coherence): Ini sangat berkaitan dengan apakah data yang digunakan match dengan data lainnya.  Apakah data tersebut sesuai atau cocok dengan data lainnya.
4.     Standardisasi  (standardisation): Apakah data yang digunakan memenuhi standar? Ini sangat terkait dengan kompatibilitas data yang digunaan dengan data lainnya.